Welcome Guys

Widget by Blogger Buster
Powered by Blogger.

OKP GANESPA AKTIVIS LINGKUNGAN TANGSEL" Desak Provinsi Banten Revitalisasi Situ Ditangsel

Aktifis Lingkungan OKP Ganespa Tangerang Selatan akan mengirimkan surat kepada pihak pemerintah Provinsi Banten,terkait Tiga dari enam situ yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah kami prediksi dalam keadaan rusak berat. kami mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui pemkot tangsel, untuk segera merevitalisasi sebelum kerugian lebih besar seperti dialami Situ Gintung yang sudah kami laporkan kepada Gubernur Banten satu Minggu sebelum Situ Gintung Jebol,tegas Vidon
Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO)Okp Ganespa.sementara itu Arizal Maulana,Ketua Umum Okp Ganespa menambahkan,sebenarnya kami okp Ganespa telah melayangkan surat kepada walikota sebelumnya,Ir.Shaleh M,T. Untuk
menetralisir kawasan situ dari kegiatan yang dapat membuat pendangkalan situ seperti tambak apung yang saat ini banyak terdapat di situ sasak tinggi.Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangsel, Djoko Suryanto, mengatakan, ada tiga daerah resapan air yang saat ini kondisinya memprihatinkan. Diantaranya, Situ Sasak Pamulang, Situ Ciledug Pamulang dan Situ Parigi di Pondok Aren. Ketiga kondisi tersebut sudah cukup berumur dan memerlukan penanganan serius sebelum bahaya memakan korban jiwa.Ketiga situ itu bekas peninggalan Belanda rata-rata dibuat pada tahun 1930-an, dulunya buat irigasi. Sekarang ini tanggul disekitar situ tersebut sudah rusak parah,kepada wartwan, Senin (27/9) di Balaikota Tangsel, Pamulang.Saat ini pihaknya melakukan inventarisir terhadap warga sekitar yang bermukim disekitar bantaran situ. Namun, tidak melakukan relokasi warga lantaran mereka telahtinggal selama puluhan tahun. Sampai saat ini Pemkot hanya memberikan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan jika
suatu saat bahaya besar mengancam warga.Tanggul yang ada di tiga situ tersebut kondisinya sudah tidak kuat menahan gempuran air ujarnya.Masih menurut Djoko, Pemkot Tangsel telah melayangkan surat ke Pemprov Banten dan Dinas Kementerian Pekerjaan Umum Pusat. Kedua pihak tersebut
diharapkan segera mengambil langkah serius lantaran ketiga situ di Tangsel saat ini kondisinya telah memprihatinkan.Ada dua hal yang kita tekankan, pertama secepatnya melakukan perbaikan sementara. Dan kedua perbaikan secara permanen dipercepat," tegasnya.Sementara itu Ditempat berbeda Kepala Bidang Pengairan, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Tangsel, Judianto, menjelaskan, dari kajian tekhnis tanggul Situ Sasak baru dapat diperbaiki dengan menunggu titik jenuh air ditanah
tanggul yang sepadan dengan permukaan jalan kering. Saat ini belum dapat dilakukan perbaikan lantaran debit air masih terus tinggi sehingga tanah dipermukaan jalan masih basah."Sekarang ini kondisinya darurat, makanya kita pemerintah daerah hanya bisa pencegahan awal saja. Yakni
dengan memasang tumpukan pasir didalam karung (paravet) untuk menahan tanggul. Idealnya, tanah dipermukaan tanggul harus kering," terang Judianto.Ketika ditanyakan kapan diperkirakan tanggul-tanggul yang ada di tiga situ tersebut segera direvitalisasi. Judianto mengutarakan pihaknya hanya bisa mendorong percepatan revitalisasi, lantaran kewenangan pemeliharaan daerah resapan air merupakan domain pemerintah
pusat."Itu kan aset pusat, karena kemarin darurat yang kita lakukan hanya pencegahan dan mendorong. Termasuk juga ke Dinas Sosial untuk memberikan bantuan penanggulangan bencana, seperti pendirian dapur umum," imbuhnya. (fiz)

 

Sumber : http://www.serpongkita.com/

9/29/2010 | 0 comments | Read More

3 kandidat Akan Meramaikan Perebutan Kursi Ketua Umum OKP. Ganespa

Organisasi Kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda Pemudi ( GANESPA ) kini sedang bersiap - siap untuk pelaksanaan Musyawarah Besar 2010 yang rencananya akan berlangsung pada akhir November ini. Cipno Mangunkusumo yang sementara ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal OKP. Ganespa menggantikan Muji SP ketika dikonfirmasi dikediamannya mengatakan bahwa " saat ini kami sedang mempersiapkan point - point yang akan dibahas nanti, salah satunya adalah tentang pertanggung jawaban pengurus dan pergantian jabatan Ketua Umum periode 2007 - 2010.

Dodi Harianto dari Badan Pengurus Harian OKP. Ganespa menambahkan " semua anggota Ganespa mempunyai hak untuk mencalonkan diri dalam ajang perebutan kursi Ketua Umum periode 2010 - 2013, tetapi dengan syarat mereka harus sudah menjadi anggota penuh dan hingga hari ini Panitia Pemilihan Ketua sudah mengantongi tiga nama yang akan mencalonkan diri yaitu Umar Ibnu Maya, Syariffudin, dan Angga Dhaneswara.
9/27/2010 | 0 comments | Read More
9/26/2010 | 0 comments | Read More

Evakuasi Korban Banjir


www.serpongkita.com
Fotografer :Hafiz

Sejumlah Anggota SAR OKP Ganespa, saat melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir, Jum'at,(24/10)malam, dikawasan Perumahan Bukit Pamulang Indah. Hujan selama hampir 3 jam ini mengakibatkan sejumlah kawasan di Tangerang Selatan Banjir.
9/26/2010 | 0 comments | Read More

KONTAK KAMI

OKP. GANESPA Contact Form

Name*
Email*
Subject*
Message*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]
Powered byEMF Email Forms
9/18/2010 | 0 comments | Read More

Pollitik Bagi Pemuda : Dari Kacamata Seorang Arizal Maulana


 
Biodata

Nama                : Arizal Maulana
TTL                   : Palembang,20 April 1979
Agama               : Islam
Pendidikan         : Lulusan STIE - Ahmad Dahlan Jakarta, D3 Keuangan Perbankan

Pengalaman Organisasi :                      

  • Ketua Umum MAPALA ALPINISTE (2000—2002)
  • Ketua Umum OKP. GANESPA Tangerang Selatan ( 2004 - sekarang ) 
Menurut lelaki yang figurnya sudah banyak dikenal oleh pemuda-pemudi di Kec. Pamulang dengan santai  menjawab,” kalo masalah politik buat anak muda ya, disesuaikan dengan batas umurnya aja kalo umurnya dibawah 20, belum siap karena politik tuh akan terjadi kotak pengkotakan dan dampaknya bagi kawula muda tidak bagus. 

Dalam segi pergaulan nanti sudah mulai ada garis pembatas kalo memang dia sudah bisa memainkan politik itu dengan bagus seimbang banget itu sih enjoy-enjoy aja, tapi yang saya takutkan diantara kawan-kawan dibidang-bidang politik jadi kaku dalam pergaulan. Terus kalo berbicara pentingnya  politik bagi kawula muda menurut saya bagus banget karena kawula muda harus dari sekarang lebih ekssis dalam bidang politik,apa lagi di massa sekarang nih kawula muda sudah saatnya tampil untuk memberikan kontribusi terhadap Bangsa dan Negara " yah sekalian menggantikan posisi yang tua" ungkap lelaki yang telah menjabat menjadi Ketua Umum OKP Ganespa sejak tahun 2004 ini. ( Umar Ibnu Maya ) 


 
9/18/2010 | 1 comments | Read More

Wisata Edukasi Ganespa Tangerang Selatan


Wisata Edukasi Ganespa
Arena permainan sepeda air ini terbuka untuk umum. Anda bisa berolah raga sambil berpetualang menikmati keindahan panorama alam Situ Tujuh Muara Pamulang. Buka setiap hari ( 09.00 - 17.00 ) Tarif masuk Rp.7.000.

Alamat:
Jl. Raya Siliwangi Gg Witana harja, Pamulang - Tangerang Selatan.
Telp. (021) 92846690, (021) 7421241, 081381644950 .
9/18/2010 | 0 comments | Read More

Peta Situ Tujuh Muara

9/17/2010 | 0 comments | Read More

Komplek IKPN Bintaro Terendam Air

Anggota Divisi SAR OKP.GANESPA melakukan evakuasi korban musibah banjir di komplek IKPN Bintaro yang bersebelahan dengan tanggul kali pesanggrahan. Tidak ada korban jiwa namun OKP.GANESPA dan warga berharap Dinas yang terkait dengan permasalahan ini segera melakukan revitalisasi tanggul kali pesanggrahan.Hal tersebut dikarenakan selama ini daerah tersebut sudah sering kali mengalami musibah banjir setiap tahunnya,dan sampai berita ini di turunkan (16/09/10) ketinggian air yang menggenangi komplek tersebut mencapai 120 sentimeter.dan kemungkinan apabila pagi ini jakarta dan sekitarnya masih di guyur hujan maka ketinggian air yang menggenangi komplek tersebut akan bertambah.
9/17/2010 | 0 comments | Read More

Sejuta Manfaat Yang Terdapat Pada Pohon

Penting untuk kamu ketahui bahwa pepohonan yang sering kamu jumpai disekitar kamu itu banyak sekali manfaat nya. Di antaranya ;
  • sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen 1,2 kg per hari, sementara satu orang bernafas memerlukan 0,5 kg oksigen per hari. Jadi satu pohon dapat menunjang kehidupan dua orang per harinya dan jika kalian menebang satu pohon di kota berarti kamu sama saja telah mengurangi kesempatan bernafas dua orang warga. dan sebaliknya pohon juga dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.
 
  • membuat teduh dan sejuk lingkungan sekitarnya, bayangkan jika dilingkungan rumah kalian tidak mempunyai pepohonan sama sekali. Waaah..pasti bayangan kalian sama dengan apa yang saya bayangkan. karena struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
 
  • menyerap panas delapan kali lebih banyak, Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
 
  • Tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon baik besar maupun kecil akan menjadikan daerah tersebut sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

  • Sebagai tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa - satwa yang ada disekitarnya dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

  •  Akar pohon dapat menyerap air hujan yang turun langsung ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air di pori tanah dan menjadikannya sebagai cadangan air di musim kemarau, sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjadikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi.
 
  • pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya matahari langsung.
  • Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Jadi menebang pohon terutama di daerah tangkapan air/konservasi seperti daerah pegunungan atau hutan tanpa upaya menanam kembali berarti sama saja dengan mengundang bencana erosi dan tanah longsor terutama pada musim penghujan.

9/16/2010 | 0 comments | Read More

Profil Organisasi Kepemudaan GANESPA


Berlatar belakang untuk turut berpartisipasi secara nyata dalam berbagai kegiatan Sosial Kemasyarakatan, maka perkenankan kami atas nama Organisasi Kemasyarakatan dan kepemudaan GANESPA memperkenalkan diri.

Organisasi Kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda Pemudi yang disingkat menjadi OKP. GANESPA ini mulai berdiri pada  tanggal 15 februari 2004 yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945. Status Organisasi ini independent serta berpedoman kepada kepentingan umum.

Ruang lingkup kegiatan organisasi : Sosial Kemasyarakatan, Kepetualangan, Lingkungan Hidup, Seni Budaya, Olahraga, Search and Rescue (SAR).

Visi dan Misi
Visi   : Memperelat tali persaudaraan atar pemuda/I dan masyarakat,serta menyalurkan bakat dan minat di dalam kegiatan kepemudaan dan mengangkat nama baik kota Tngerang Selatan pada khususnya.

Misi   : Mengadakan pelatihan dan pembinaan dlam kegiatan yang bermanfat agar terciptanya sumber day manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi anggota itu sendiri,masyarakat,bangsa dan Negara.
9/16/2010 | 0 comments | Read More

Cireundeu Permai Ciputat Terendam Banjir

Tangsel - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya membuat Sungai Pesanggrahan  meluap. akibat luapan tersebut puluhan rumah di perumahan Cirendeu Permai, Ciputat Timur, Tangerang Selatan terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,20 meter.

Banjir mulai menggenangi perumahan Cirendeu Permai sejak pukul 6 pagi, Minggu (29/8/2010) di wilayah RT 01 dan RT 02 Rw. 12. dan saat ini Tim Sar dan perahu karet  telah diterjunkan untuk mengevakuasi warga.( Sumber : Tangselonline.com )
9/16/2010 | 0 comments | Read More

Empat Pasang Kandidat Meriahkan Pilkada Tangerang Selatan

Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan yang akan digelar 13 November hanya diikuti empat pasang kandidat.
Dari belasan formulir pendaftaran yang diambil, hingga waktu pendaftaran ditutup pukul 00.00 tadi malam, Komisi Pemilihan Umum Daerah Tangerang Selatan hanya menerima pengembalian empat berkas pendaftaran.
"Empat pasangan calon yang terdiri dari dua jalur parpol dan dua jalur independen," kata Anggota KPUD Tangerang Selatan Bidang Sosialisasi dan Pencalonan Agus Supadmo kepada Tempo, pagi ini.

Dua pasangan bakal calon dari jalur partai politik yaitu pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie yang diusung delapan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Menata Tangsel yaitu Demokrat, Golkar, PKS, PDIP, PKB, PDS, PKPI dan Partai Demokrasi Perjuangan. Sedangkan pasangan Arsyid-Andre Taulani diusung oleh empat partai yaitu Gerindra, Hanura,PPP dan PBB.

Sementara dua pasangan dari jalur independen adalah Rhodiah Najiba-Sulaeman Yassin dan Yayat Sudrajat-Norodom Soekarno.Keempat pasangan calon itu akan menjalani tes kesehatan 16-18 Agustus ini yang kemudian ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan periode 2010-2015.

Tangerang Selatan adalah sebuah kota baru hasil pemekaran Kabupaten Tangerang. Terdiri dari tujuh kecamatan meliputi Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren dan Setu. Pesta demokrasi pertamakali ini akan digelar 13 November mendatang.

Sumber : Tempointeraktif.com
9/15/2010 | 0 comments | Read More

Rapatkan Barisan!!!

9/15/2010 | 0 comments | Read More

Gunung Gede (2.958 m.dpl) dan Gunung Pangrango (3.019 m.dpl)

puncak gedeGunung Gede (2.958 m.dpl) dan Gunung Pangrango (3.019 m.dpl) adalah icon utama bagi masyarakat Jawa Barat, asal bicara tentang aktifitas kegiatan camping dan naik gunung, sering kali yang ditawarkan adalah pendakian di Gunung Gede dan Gunung Pangrango, yang dapat di lalui dari Desa Gunung Putri dan Cibodas. Puncak-puncaknya akan nampak jelas terlihat dari Cibodas, Cianjur dan Sukabumi, Gunung Pangrango yang mempunyai jenis puncak runcing, dan Gunung Gede puncaknya berbentuk kubah. Kedua gunung ini termasuk dalam wilayah pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), yang berdiri pada tanggal 6 Maret 1980 untuk mengelola areal seluas 15.196 ha
Gunung Pangrango (3.019 m.dpl) merupakan gunung api yang sudah tidak aktif lagi, sementara Gunung Gede (2.958 m.dpl) tergolong Gunung Api dengan jenis Stratovolcano. Berikut data Gunung Gede menurut Smithsonian Institute dengan Global Volcano Programnya:

Daerah : Jawa Barat
Tipe Gunung : Stratovolcano
Status Gunung : Historical
Letusan Terakhir : 1957
Ketinggian : 2958 m 9,705 feet
Latitude : 6.78°S 6°47''0"S
Longitude : 106.98°E 106°59''0"E

Jalur Cibodas

Perjalanan dimulai melalui sebelah pintu gerbang Kebon Raya Cibodas (1.425 m.dpl), dengan mengikuti jalan disamping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai Kantor Resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang TNGP, dimana kita mendaftar dan membayar tiket masuk. Kita kemudian mengikuti jalan setapak yang sudah diperkeras, dan disepanjang perjalanan dipenuhi rambu dan pal kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju Kandang Badak dan melalui hutan tropika yang indah. Kira-kira 1,5 km perjalanan dari Gerbang, kita akan dapati sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru (1.500 m.dpl).

gede pangrango

Kemudian akan kita jumpai Rawa Gayang Agung (1.600 m.dpl), yang merupakan padang rumput dan tanaman perdu. Pada ketinggian 1.628 m.dpl, kita akan sampai pada dipertigaan yang dinamakan Panyancangan Kuda, kira-kira 1 jam perjalanan dari Gerbang (km. 2,3). Berjalan kira-kira 10 menit dari Panyancangan kuda ke arah kanan, akan kita jumpai Air Terjun Cibeureum yang indah. Air Terjun Cibereum (1.675 m.dpl) tingginya antara 40 - 50 meter, terdiri dari air terjun utama (Curug Cidendeng), juga ada dua air terjun yang lebih kecil (Curug Cikundul dan Curug Ciwalen). Air terjun ini juga salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi di Kawasan TNGP. Bila kita ingin memasuki kawasan air terjun Cibeureum harus membeli tiket masuk.

Selanjutnya kita sampai di Batu Kukus ( 1.820 m.dpl), dimana dapat kita jumpai sebuah pondok untuk berteduh. Berjalan sampai pada ketinggian 2.150 m.dpl (kira-kira 2.5 jam perjalanan dari gerbang), kita akan sampai pada Pondok Pemandangan, dimana kita bisa beristirahat dan menikmati pemandangan sekitar. Hanya 5 menit berjalan dari pondok ini kita akan menjumpai air panas yang berasal dari sumber dekat Kawah Gunung Gede, dimana suhu air dapat mencapai 50 · C.

puncak gede pangrango

Perjalanan kira-kira 3.5 jam dari gerbang, kita akan sampai di Kandang Batu atau Lebak Saat (2.220 m.dpl). Ditempat ini banyak dijumpai batu yang berasal dari letusan Gunung Gede. Disini juga dapat dijumpai sebuah sumber air, juga tanah datar dimana kita bisa mendirikan tenda.
Setelah 4 jam perjalanan dari Gerbang, kita akan sampai di Kandang Badak (2.395 m.dpl), dimana terdapat jalan bercabang, yang kekiri menuju puncak Gunung Gede (2 km lagi, 2 jam perjalanan), sedang yang ke kanan menuju ke Puncak Pangrango (3 km lagi, 3 jam perjalanan). Di Kandang Badak juga terdapat sumber air dan kita dapat berkemah. Kandang Badak berupa dataran yang terletak pada punggungan yang menghubungkan Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Disini kita bisa menginap di shelter yang sudah bagus.

gede pangrango

Puncak Pangrango terletak dalam hutan berlumut, jadi kita tidak bisa melihat pemandangan yang menarik, tetapi jika kita turun sedikit ke arah barat terdapat hamparan bunga Edelweis Jawa yang indah di area seluas 5 Ha, yang disebut Alun-Alun Mandalawangi.

Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari Kandang Badak, pada ketinggian 2.475 m.dpl akan kita jumpai persimpangan kekiri menuju Kawah Gunung Gede. Kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak ini, sementara Kawah Ratu (2.750 m.dpl) dan Kawah Wadon disebelah kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai bunga Edelweis Jawa, dan kadang juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelesi) yang terbang melintasi kawah.

Mendekati puncak Gunung Gede pepohonan semakin berkurang, kemudian hanya lahan gersang yang belum ada tumbuhan, hal ini diakibatkan kegiatan kawah berapi Gunung Gede, yang seringkali mengeluarkan gas berbau belerang. Sesampai di puncak Gunung Gede kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah karena kita bisa melihat kawah-kawah disekitar puncak, Gunung Pangrango dan Gunung Gumuruh serta pemandangan kota-kota, gunung-gunung di Jawa Barat, dan Selat Sunda dikaki-kaki langit.

Dari puncak Gunung Gede bila kita turun kearah Tenggara kira-kira 1 jam perjalanan, kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak di antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, yang sebagian besar dataran ditutupi oleh bunga Edelweis Jawa, tempat ini dinamakan Alun-Alun Surya Kencana (2.800 m.dpl). Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. Pada musim hujan, disini terdapat mata air.

Dari Alun-alun Surya Kencana kita dapat meneruskan perjalanan turun kearah kiri (Utara) menuju Pos Gunung Putri di Cianjur atau kearah kanan (Selatan) menuju Selabintana di Sukabumi.

Jalur Gunung Putri (Cianjur)

Untuk mencapai Pos Gunung Putri sebagai awal pendakian, dari arah Bogor atau Jakarta kita naik Bis jurusan Cianjur/Bandung, atau sebaliknya dan turun di Pasar Cipanas. Perbekalan pendakian sebaiknya kita persiapkan di Cipanas ini. Fasilitas telpon interlokal terdapat di Cipanas. Di Cipanas terdapat Istana Musim Panas Kepresidenan yang indah. Penginapan banyak terdapat di Cipanas, yang juga merupakan kawasan wisata dengan sumber air panasnya yang terkenal.

Dari Terminal Cipanas kita naik minibus ke Desa Sukatani, sejauh + 4,5 km. Di desa ini terdapat Kantor Resort TNGP Gunung Putri, dimana kita meminta keterangan. Air bisa kita peroleh di desa ini. Kemudian kita meneruskan perjalanan dengan meninggalkan desa, sejauh 200 meter melewati perladangan dan akan kita jumpai Pondok Jaga Taman Nasional Gede Pangrango, dimana kita melaporkan pendakian dan membeli tanda masuk.

gede pangrango

Di Pos Jaga yang telah dilengkapi fasilitas listrik ini, kita bisa bermalam, dengan biaya sukarela saja. Tetapi pada hari-hari libur Pondok Jaga ini sering penuh, dan kita bisa bermalam dirumah-rumah penduduk, untuk itu bisa menghubungi petugas (Kepala Resort TNGP Gunung Putri).

Pendakian kita mulai di Pos Jaga Gunung Putri (1.450 m.dpl), melewati perladangan, kemudian kita melewati hutan pinus yang merupakan Hutan Produksi yang dikelola oleh KPH PERHUTANI Cianjur dimana kita akan menyeberangi sungai kecil. Medan mulai sulit dan terjal, selanjutnya kita akan memasuki hutan tropika, dan pada ketinggian 1.850 m.dpl, kita sampai di Tanah Merah, dimana akan kita jumpai sebuah Pos Penerangan Taman Nasional Gede-Pangrango yang sudah tidak terpakai.

puncak gede

Di perjalanan kita melewati Legok Lenca (2.150 m.dpl) dan Buntut Lutung (2.300 m.dpl), serta akan menemui dua buah pondok masing-masing di Lawang Seketeng (2.500 m.dpl) dan di Simpang Maleber (2.625 m.dpl). Jalur mulai curam di sekitar Lawang Seketeng ini, dan Simpang Maleber terdapat simpangan jalan ke kiri, tetapi kita harus mengambil jalur lurus untuk menuju Alun-alun Surya Kencana.
Dari Simpang Maleber kita terus mendaki, sampai mencapai sebuah pondok di Alun-alun Timur (2.800 m.dpl). Kemudian kita akan melewati padang rumput dan padang Bunga Edelweis Jawa Alun-alun Surya Kencana.

Jalur Selabintana (Sukabumi)

Jalur Selabintana adalah jalur yang paling panjang, curam, menantang sekaligus melelahkan. Sejak bulan Desember 1995 jalur ini ditutup, karena terdapat longsoran. Demi keselamatan, sebaiknya jalur ini dipilih bila kita sudah cukup berpengalaman, atau dengan pemandu yang handal. Selabintana, terletak 7 km dari Sukabumi. Perbekalan pendakian sebaiknya kita penuhi di Sukabumi.

pos

Selabintana (960 m.dpl) merupakan kawasan wisata alam, dan banyak dijumpai Hotel dan Penginapan, juga rumah penduduk yang disewakan. Kawasan Selabintana ini bisa menjadi alternatif bagi kawasan wisata Puncak-Ciloto-Cipanas yang sudah sangat padat. Fasilitas telpon kartu terdapat di Hotel Selabintana, yang merupakan hotel terbesar dengan fasilitas kolam renang dan lapangan golf.

Di Selabintana terdapat Air Terjun Cibeureum, tingginya 70 meter dan Air Terjun Curug Sawer yang tingginya 30 meter yang merupakan air terjun tertinggi dan terindah di kawasan TNGP. Kalau kita ingin menikmati pemandangan indah di Situ Gunung, dari Sukabumi kita naik Angkota No. 8 sejauh 4 km ke Cisaat dan dari Cisaat naik jurusan Cijagung sejauh 8 km. Dari sini kita perlu berjalan 1,5 km, atau dengan ojek untuk sampai di pinggir danau.

Untuk mencapai Selabintana, dari Terminal Sukabumi kita naik Angkutan Kota (Minibis) turun di Bhayangkara, dilanjutkan dengan Angkutan Kota jurusan Selabintana dan turun Hotel Selabintana. Kita harus berjalan lagi 45 menit melintasi jalan setapak dan Perkebunan Teh "Goalpara"™, untuk mencapai Pos Resort TNGP Selabintana. Pos ini bisa dicapai langsung dengan mobil, atau dari Sukabumi kita bisa mencarter Angkutan Kota. Dekat Pos terdapat Bumi Perkemahan dan yang sangat menarik adalah Air Terjun Selabintana, yang merupakan Air Terjun paling tinggi di kawasan TNGP.

peta

Setelah melapor ke Pos Resort TNGP Selabintana, kita mulai mendaki melalui hutan alam selama 20 menit dan sampai di Pos Citinggar (1.000 m.dpl). Selanjutnya jalan mulai menanjak dan curam, dan kita akan melewati Citinggar Barat (1.175 m.dpl). Dari sini medan semakin curam, dan kita melalui daerah dimana sekarang terdapat longsoran, Cigeber (1.300 m.dpl) dan akan sampai di Cileutik (1.500 m.dpl). Dari Pos Selabintana menuju Cileutik ini diperlukan waktu 5-6 jam, dan diperlukan 4 jam lagi melalui punggungan lereng selatan yang berbatu, untuk sampai di punggungan antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh. Dari punggungan ini kita turun dengan elevasi sekitar 200 m untuk mencapai Alun-alun Surya Kencana.

Catatan

Jalur yang dianjurkan adalah Cibodas-Kandang Badak - Gunung Pangrango-Kandang Badak - Gunung Gede - Alun-alun Surya Kencana - Gunung Putri, dan berkemah di Kandang Badak atau Alun-alun Surya Kencana. Total perjalanan adalah 19 jam, dan sebaiknya berangkat sepagi mungkin dari Cibodas (jam 05:00 WIB.). Dengan melewati jalur Gunung Putri ini kita akan menghindari kebosanan pada waktu turun, dan sekaligus mengenal jalur, untuk pendakian di kesempatan yang lain. Jalur Selabintana juga bisa dipilih, tetapi jaraknya lebih jauh, sulit dan berbahaya bila belum berpe-ngalaman atau tidak dipandu.
Untuk pendaki Gunung Gede-Pangrango terlebih dahulu kita meminta ijin dan membeli tanda masuk di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango di Cibodas, dengan alamat: Jl. Raya Cibodas-Jawa Barat (Telp./Fax. No. 0255-512776),atau Pos Resort TNGP di Cibodas, Gunung Putri atau Selabintana. Sebisa mungkin kita sudah mengurus ijin sebelum hari pendakian terutama pada musim pendakian, atau maksimal 3 hari sebelum pendakian pada jam kerja.

Guna mengurangi resiko dan lebih menikmati pendakian, lebih baik gunakan Pemandu yang tarifnya sampai Rp. 200.000,- untuk dua hari perjalanan, atau Porter yang merangkap Pemandu yang tarifnya sama. Di jalur pendakian, banyak simpangan jalan setapak yang memungkinkan kita tersesat.

Untuk mendapat keterangan dan pemanduan ke Gunung Gede-Pangrango, di Pos-pos awal pendakian bisa menghubungi Organisasi Pecinta Alam, di Cibodas antara lain Indonesia GreenRanger (KOPASTI), IAA dan Montana, di Selabintana kita bisa menghubungi Pantera, dan Gunung Putri kita bisa menghubungi GPO dan Wanadri.
9/15/2010 | 0 comments | Read More

Map Topografi

9/15/2010 | 1 comments | Read More

Gunung Salak 2211m dpl





Gunung SalakGunung Salak berada di dua wiliyah administrasi yaitu, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Gunung yang berada pada posisi 06° 42' LS dan 106° 44' BT. Gunung ini mempunyai beberapa puncak yang diakibatkan oleh letusan pada jaman purba. Puncak yang tertinggi bernama Salak 1 dengan ketinggian 2211m dpl, dan puncak kedua bernama Salak 2 dengan ketinggian 2180m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1926m dpl. Puncak yang sering didaki adalah Salak 1 dan Salak 2 . Selain itu. Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan pagi club-club Pecinta Alam, terutama sekali daerah punggungan Salak 2. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Gunung Salak meskipun tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.


Margasatwa
Aneka margasatwa ditemukan di lingkungan Gunung Salak, mulai dari kodok dan katak, reptil, burung hingga mamalia.

Hasil penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH Fakultas Kehutanan IPB, mendapatkan 11 jenis kodok dan katak di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa Tamansari, Kab. Bogor. Jenis-jenis itu ialah Bufo asper, B. melanostictus, Leptobrachium hasseltii, Fejervarya limnocharis, Huia masonii, Limnonectes kuhlii, L. macrodon, L. microdiscus, Rana chalconota, R. erythraeaR. hosii. Hasil ini belum mencakup jenis-jenis katak pohon, dan jenis-jenis katak pegunungan lainnya yang masih mungkin dijumpai. Di Cidahu juga tercatat adanya jenis bangkong bertanduk (Megophrys montana) dan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii). dan

Berbagai jenis reptil, terutama kadal dan ular, terdapat di gunung ini. Beberapa contohnya adalah bunglon Bronchocela jubata dan B. cristatella, kadal kebun Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus salvator. Jenis-jenis ular di Gunung Salak belum banyak diketahui, namun beberapa di antaranya tercatat mulai dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang kecil pemalu, ular siput (Pareas carinatus) hingga ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang beberapa meter.
 
Gunung Salak telah dikenal lama sebelumnya sebagai daerah yang kaya burung, sebagaimana dicatat oleh Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948) mendapatkan tidak kurang dari 232 jenis burung di gunung ini (total Jawa: 494 jenis, 368 jenis penetap). Beberapa jenis yang cukup penting dari gunung ini ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan beberapa jenis elang lain, ayam-hutan merah (Gallus gallus), Cuculus micropterus, Phaenicophaeus javanicus dan P. curvirostris, Sasia abnormis, Dicrurus remifer, Cissa thalassina, Crypsirina temia, burung kuda Garrulax rufifrons, Hypothymis azurea, Aethopyga eximia dan A. mystacalis, serta Lophozosterops javanica.

Sebagaimana halnya reptil dan kodok, catatan mengenai mamalia Gunung Salak pun tidak terlalu banyak. Akan tetapi di gunung ini jelas ditemukan beberapa jenis penting seperti macan tutul (Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata) dan tenggiling (Manis javanica).

Rute Pendakian

Untuk mencapai puncak Salak 1 dapat kita lakukan dari Cimelati dan Cidahu, ataupun dari Pasir reungit dengan terlebih dahulu melewati daerah Kawah Ratu. Sedangkan untuk Salak 2 dapat dicapai dari Sukamantri dan Curug Nangka.

SALAK 1 Akses dari Cimelati
Cimelati terletak lebih kurang 40Km dari bogor atau tepatnya berada di kawasan kecamatan Cicurug, terletak di jalan raya Bogor Sukabumi. Dari Cimelati dilanjutkan dengan naik ojek atau omprengan ke Gn. Buntu, desa Giri jaya.

SALAK 1 Akses dari Cidahu
Akses dari Cidahu ini yang paling sering dipakai oleh pendaki, untuk mencapainya dari Bogor atau Jakarta turun di pasar Cicurug atau di pertigaan Javanaspa. Dari sana bisa menumpang angkot hingga ke Cidahu atau hingga lokasi Wana Wisata Cakuang (Rp.5000 per orang menurut data terakhir tahun 2004) atau bisa juga kita mencarternya hingga ke batas awal pendakian. Jalur pendakian yang dibahas di sini adalah jalur dari Cidahu ini.

Pos lapor Wanawisata CakuangSetelah turun di pertigaan Cidahu, dilanjutkan dengan menumpang angkot menuju terminal Cidahu kemudian ganti kendaraan dengan Ojek motor sampai di pos pendaftaran Wana Wisata Cakuang, jika mau anda juga bisa mencarter angkot untuk mengantarkan anda sampai ke Pos wana wisata cakuang. Jika membawa kendaraan sendiri di Pos ini juga tersedia tempat parkir yang cukup luas. Setelah membayar tanda masuk perjalanan dilanjutkan melewati jalan raya sampai bertemu pintu masuk trekking kawah ratu.

Trek awal pendakianTrek awal berada diseberang jalan berdekatan dengan portal pos penjagaan milik Javanaspa. Kita bisa mencarter angkot dari pasar Cicurug hingga sampai ke tempat ini, Tarif resmi angkot dari Pasar Cicurug hingga Pos Wana Wisata Cakuang adalah Rp.5.000,- per orang. Dan jika hendak mencarter hingga titik awal pendakian ini, biasanya kisaran harganya antara Rp.70.000 - Rp.80.000 per angkot. Dari sini jalur pendakian terus menelusuri pagar wilayah javanaspa hingga sampai didaerah pertigaan Kawah Ratu.

Pertigaan kawah ratuAmbil jalan lurus karena pada jalan yang arah kekiri merupakan pertemuan dari jalur trekking ke Kawah Ratu. Setelah melewati beberapa tanjakan kita akan bertemu daerah basecamp yang merupakan juga titik persimpangan ke Kawah Ratu. Jalur kekiri menyeberangi sungai kecil titik persimpangan ke Kawah Ratu. Jalur kekiri menyeberangi sungai kecil adalah merupakan jalur trek ke Kawah Ratu dan yang lurus menuju ke Puncak Salak 1. Disinilah tempat kita mengisi persediaan air yang cukup. Karena selepas daerah ini kita tidak akan menjumpai sumber air hingga puncak. Tempat ini bisa dijadikan untuk tempat mendirikan tenda akan tetapi jarak ke puncak masih terlalu jauh.

lokasi bagus buat nendaSepanjang jalur pendakian hingga puncak ditemukan beberapa pos atau tanah yang cukup datar, akan tetapi lokasi yang berada di tengah jalan setapak membuat tidak nyaman utuk mendirikan tenda. Kami merekomendasikan sebuah tempat yang cukup lebar dan berada kira-kira 5 meter sebelah kanan dari jalan setapak sewaktu mendaki. atau tepatnya berada pada posisi 06° 43' 34" LS 106° 42' 49" BT. Tempat ini cukup luar dan datar serta bisa menampung tiga hingga empat tenda. Sepintas tempat ini tidak begitu jelas karena tertutup oleh pohon-pohon pendek.

gigiran jurangSelain tanjakan terjal dan menjadi becek dan berlumpur di musim hujan, jalur menuju puncak juga tak lepas dari gigiran jurang dikanan kirinya, beberapa kali kita akan dihadapkan dengan jalur yang sempit yang sisi kanan kirinya jurang. Kehati-hatian sangat dituntut disini. Setelah mendekati punggungan daerah puncak, akan terdapat sebuah tanjakan dengan kemiringan 80° dengan ketinggian sekititar 6 meter. Jika musim hujan cukup sulit untuk mendaki dan menuruninya. Untuk jalur pendakian dari Desa Pasir Reungit melewati Kawah Ratu bisa dilihat detailnya pada halaman Kawah Ratu.

Dipuncak salakPuncak Salak 1 tidak terlalu istimewa, selain terdapat areal yang cukup lebar untuk mendirikan tenda, juga terdapat sebuah pondok yang mempunyai bak penampungan air hujan, dan dekat pondok tersebut terapat sebuah makam bermarmer putih yang mana makam tersebut diyakini sebagai makam Embah Gunung Salak. Tidak ada tiang ketinggian disini hanya berupa sebuah billboard dari papan bertuliskan " Puncak Salak 1." Dari puncak jika cuaca cerah kita bisa menyaksikan puncak Salak 2 kota Bogor dan juga kota Sukabumi.

Perijinan

Untuk perijinan pendakian ke puncak Salak 1 dari desa Cidahu ini tidak terlalu berbelit, setiap pendaki hanya diharuskan membayar restribusi pendapatan daerah Rp. 1.000 per orang. Restribusi ini dibayar sewaktu memasuki daerah desa Cidahu. Selanjutnya biaya masuk keareal Gunung Salak Rp. 5.000 per orang dan sudah termasuk biaya asuransi. Hanya saja perlu dijelaskan keperluan kita memasuki area gunung Salak adalah untuk mendaki, jika tidak jangan kaget jika anda akan ditagih biaya tambahan berupa biaya untuk basecamp dan ini dikenakan per malam. Selain itu infomasi formalitas lain yang harus diberikan adalah jumlah anggota dalam satu group pendakian, lengkap dengan alamat dan nomer telpon yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat.

Tempat Menarik

Tempat menarik yang bisa kita jumpai di sepanjang jalur pendakian ke Salak 1 dari desa Cidahu ini adalah diantaranya:

  • Wana Wisata Cakuang, yang mempunyai areal camping ground yang cukup luas serta juga terdapat sebuah air terjun disini.

  • Kawah Ratu yang terletak tidak begitu jauh dari rute utama pendakian ke Salak

PETA

Lembar peta untuk kawasan gunung ini adalah:
Lembar 1209 - 132 Judul: Gunung Sari
Lembar 1209 - 141 Judul: Ciawi
Untuk pendakian ke Salak lewat Cidahu, Pasir Reungit atupun dari Sukamantri dan Curug Nangka, lembar peta yang paling tepat adalah lembar 1209 - 132 Gunung Sari

KAWAH RATU

ImageKawah Ratu ini terdapat dipinggang gunung Salak yang busa dicapai dari wilyah Bogor ataupun Sukabumi. Kawah Ratu ini sangat menarik bisa ditempuh dengan perjalanan hiking pulang pergi satu hari penuh saja. Akan tetapi bagi yang ingin bermalam juga tersedia beberapa basecamp yang cukup luas serta ada sumber airnya. Jika hendak bermalam di wilayah kawah ratu ini disarankan untuk tidak mendirikan tenda didalam daerah kawah, karena sewaktu-waktu gas beracun bisa muncul dari setiap lobang asap yang ada dikawasan ini.
Kawah Ratu ini bisa dicapai dari dua tempat yaitu: CIDAHU dan PASIR RENGIT
PERHATIAN !!!
Jangan sampai mendirikan tenda atau camping danbermalam di dalam lokasi Kawah Ratu, karena kemungkinan keracunan gas beracun bisa terjadi. Sebaiknya mendirikan tend adiluar areal kawah.

RUTE CIDAHU SUKABUMI. 
Rute ini bisa ditempuh satu hari perjalanan Hiking pulang pergi. Dari Jakarta atau Bogor, Cidahu bisa dicapai dengan menumpang kendaraan umum jurusan Sukabumi dan turun dipertigaan Cidahu (ada papan reklame JAVANASPA). Tahapan rutenya sebagai berikut:

Setelah turun di pertigaan Cidahu, dilanjutkan dengan menumpang angkot menuju terminal Cidahu kemudian ganti kendaraan dengan Ojek motor sampai di pos pendaftaran Wana Wisata Cakuang, jika mau anda juga bisa mencarter angkot untuk mengantarkan anda samapai ke Pos wana wisata cakuang. Jika membawa kendaraan sendiri di Pos ini juga tersedia tempat parkir yang cukup luas. Setelah membayar tanda masuk perjalanan dilanjutkan melewati jalan raya sampai bertemu pintu masuk trekking kawah ratu.

ImageTrek awal ke kawah ratu berada pada sebelah kiri jalan raya yang ditandai oleh sebuah papan penujuk. Pada awal jalan setapaknya disambut oleh sebuah tanjakan yang cukup curam, keadaan jalan setapaknya sendiri cukup terawat dengan susunan batu-batu yang kadang dibentuk seperti anak tangga.


ImageSetelah agak lama berjalan akan sampai pada sebuah pos yang mempunyai daerah untuk mendirikan tenda yang sangat luas. Juga disini terdapat sumber air yang berasal dari aliran kali kecil yang jernih. Dari sini kita akan dihadapkan oleh tanjakan yang sedikit curam. terus berubah menjadi jalan setapak yang datar melewati genangan air yang cukup banyak akibat dari luberan air kali kecil dipinggir jalan setapak.

ImageSetelah melewati pos I dan Pos II kita akan sampai pada jalan setapak yang cukup terbuka sehingga memungkinkan kita untuk dapat melihat puncak gunung Salak I . Jalan setapak ini tadinya merupakan sebuah jalan raya yang menuju sebuah instalasi gas alam, akan tetapi sekarang sudah tidak berfungsi sehingga ditumbuhi oleh semak belukar. Dari daerah jalan setapaknya mendatar kemudian menurun dan membelok kekiri dan sedikit berbelok lagi kekanan.
Kemudian jalan setapaknya kembali mendaki melewati hutan yang banyak pohon niranya. Tdak berapa lama kita akan sampai di tanah datar dan ada sebuah shelternya serta peringatan untuk tidak bermalam dan mendirikan tenda didalam areal kawah, karena adanya kemungkinan gas beracun keluar dari kawah. Dari sini kita bisa memandang lepas kearah kawah, disebelah kanan ada jalan untuk turun kekawah.
Untuk jalan turun ada alternatif lain yaitu kearah desa Pasir Reungit. Dari jalur Cidahu kita harus menyeberangi kawah dan sebuah sungai di dasar kawah ratu kemudian kita akan bertemu lagi dengan dua kawah yaitu Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Kemudian jalan setapak akan masuk kedalam hutan yang tropis yang basah dan tak lama kita akan menyeberangi sebuah sungai kecil yang berair jernih. Jalur ini berakhir di desa Pasir Reungit, disekita Pasir Reungit kita bisa menjumpai satu camping ground dan tiga air terjun yaitu: Curug Cigamea I dan II, Curug Sewu, serta Curug Seribu. Sedangkan di Cidahu juga terdapat sebuah air terjun dan Camping ground Batu Tapak Hellypet.
Rute transportasi dari Jakarta untuk akses dari Desa Pasir Reungit adalah:
Dari Jakarta ambil angkutan jurusan Jasinga atau leuwiliang, turun di Cibatok. Atau bisa juga dari Bogor ambil jurusan ke arah Leuwiliang turunnya sama di Cibatok.
Dari Cibatok naik angkutan pedesaan ke Gunung Picung atau Camping Ground Gunung BUnder dan berakhir di Pasir Reungit.
Download GPS waypoint gunung ini

JALUR CIMELATI

TRANSPORTASI

Dari pertigaan Cimelati bisa menumpang ojek dengan tujuan PT. Murbey. Ongkos biasanya Rp.10.000,- jika siang hari jika malam hari bisa menjdi Rp.15.000,- hingga Rp.20.000,- tergantung kejelian anda untuk awar menawar. Selain itu juga bisa mencarter angkot jika anda dalam rombongan yang cukup banyak. Biasanya ongkos cater angkot berkisar Rp.40.000,- hingga Rp.50.000,-

PERIJINAN

Perijinan pendakian biasanya diurus di Pos Lapor I, pos ini merupakan pos jaga dari petugas keamanan dari PT Murbay, dan juga sekaligus mengemban tugas dari PERHUTANI untuk menjaga kawasan hutan gunung Salak. Prosedur perijinan tidak berbelit-belit hanya mengisi buku tamu dan kemudian membayar restribusi yang jumlahnyapun tidak di tetapkan.

JALUR PENDAKIAN

ImageHutan Damar – Pos II
Setelah melapor di Pos Lapor I dengan mengikuti jalan aspal akan membawa kita sampai di Pos Lapor II dari sini menuju Hutan Damar tidak jauh sekitar lima menit. Di pos lapor II ini kita bisa isi persediaan air minum sebelum memulai pendakian. Dari hutan Damar ini pendakian dimulai, jalan setapaknya menanjak tidak begitu curam keluar dari hutan damar akan bertemu dengan perladangan penduduk. Dan setelah itu baru memasuki hutan. Keadaan jalan setapak sangat jelas, dan tidak begitu menanjak hingga sampai di Pos II. Jarak tempuh normal dari Hutan Damar hingga ke Pos II sekitar 50 menit. Hutan Damar ini berada pada posisi  6º 44” 31.4’ LS dan 106º 45” 24.2’ BT  dengan ketinggian 823m dpl
ImagePos II – Sumber air 
Pos II tidak ada pondok dan hanya sebuah tanah datar berumput yang kecil, plang penunjuk Pos II dipakukan pada sebuah pohon. Dari sini jalan setapak masih tidak begitu curam akan tetapi begitu memasuki kawasan hutan lebih jauh lagi jalan mulai menanjak, saat bertemu pertigaan selalu ambuil jalan yang lurus jangan belok ke kanan atau ke kiri. Kondisi jalan setapakpun sudah terdisi dari tanah lembab yang dipenuhi oleh akar-akar pohon yang melintang. Tidak begitu lama kemudian kita akan sampai di sumber air, sumber air ini berupa pipa yang dibolongi, ini adalah sumber air terakhir  dari sini tidak ada lagi sumber airnya hingga sampai di puncak. Dari Pos II hingga ke Sumber air waktu tempuhnya sekitar 40 menit. Pos II berada pada posisi  6º 44” 01.5’LS  dan 106º 45” 03.4’ BT dengan ketinggian 1133m dpl
Sumber Air – Pos III
Di sumber air ini ada tanah datar yang bisa dipakai untuk mendirikan satu tenda, dari sini jalan setapak da bercabang kiri, kanan dan lurus. Ambil jalan yang mendaki lurus, memang kondisi jalan setapaknya mengecil dan basah. Tidak ada yang terlalu istimewa kondisi jalan setapak yang cukup jelas dipenuhi oleh akar pohon. Jarak dari sumber air ke Pos III memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sumber air berada pada posisi  6º 43” 44.7’LS dan  106º 44” 45.9’BT  dengan ketinggian 1329m dpl
Image 
Pos III – Pos IV 
Pos III berada pada posisi 6º 43” 30.6’LS dan 106º 44” 35.0’BT dengan ketinggian 1568 m dari permukan laut. Pos III ini merupakan sebuah dataran yang di penuhi oleh akar-akar pohon. Dan jika dilihat sepintas tidak terlihat seperti pos karena terletak ditengah jalur setapak. Tidaka ada plang tulisan yang menunjukan nama Pos III. Jalan setapak menuju pos berikutnya terlihat jelas pada ujung pos III ini, dan perjalanan dari Pos III menuju pos IV memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit.
ImagePos IV – Pos V 
Pos IV berada pada medan yang cukup miring plang tulisan Pos IV nya di pakukan pada sebatang pohon yang cukup besar. Keadaan hutan di lokasi ini cukup rapat sehinga susah sekali mendapatkan data posisi lokasi ini dari GPS. Jalur pendakian masih jelas terlihat emnuju pos berikutnya yaiu pos V. Waktu tempuh menuju Pos V dari Pos IV adalah sekitar 2 jam



ImagePos V – Pos VI 
Pos V  merupakan sebuah pos yang kecil sekali dan berada ditengah jalur setapak. Posisi geografis pos ini ada pada 6º 43” 16.2’LS dan 106º 44” 18.7’BT. dengan ketinggian 1942 m dari permungkaan laut. Tidak ada yang istimewa pada pos ini dan dari pos ini jalan setapak menuju pos VI mengecil namun jelas terlihat. Dari Pos ini menuju Pos VI waktu tempuhnya sekitar 1 jam.
Pos VI – Puncak Salak I
Pos VI berada pada tikungan kekanan dari jalan setapak. Pos ini juga tidak besar dan tidak ada yang istimewa pada pos ini. Posisi geografis pos ini berada pada 6º 43” 12.3’LS dan 106º 44” 13.1’BT. Dengan ketinggian 2016 m dari permukaan laut. Pos VI ini merupakan pos yang terakhir sebelum mencapai puncak. Keadaan jalan setapak kenuju puncak kecil dan jelas dengan akar pohon yang masih banyak terlihat di jalan setapaknya.
Dari Pos ini menuju puncak memakan waktu kurang lebih 2 jam. Jalur dari Cimelati ini akan muncul didekat seberang dari jalur pendakian dari Cidahu. Jalan setapak dari jalur Cimelati ini berakir di dekat pondok yang ada di puncak Salak I
9/15/2010 | 0 comments | Read More

Gunung Salak 2211m dpl


Gunung SalakGunung Salak berada di dua wiliyah administrasi yaitu, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Gunung yang berada pada posisi 06° 42' LS dan 106° 44' BT. Gunung ini mempunyai beberapa puncak yang diakibatkan oleh letusan pada jaman purba. Puncak yang tertinggi bernama Salak 1 dengan ketinggian 2211m dpl, dan puncak kedua bernama Salak 2 dengan ketinggian 2180m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1926m dpl. Puncak yang sering didaki adalah Salak 1 dan Salak 2 . Selain itu. Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan pagi club-club Pecinta Alam, terutama sekali daerah punggungan Salak 2. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Gunung Salak meskipun tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.

Margasatwa
Aneka margasatwa yang ditemukan di lingkungan Gunung Salak, mulai dari kodok dan katak, reptil, burung hingga mamalia.

Hasil penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH Fakultas Kehutanan IPB, mendapatkan 11 jenis kodok dan katak di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa Tamansari, Kab. Bogor. Jenis-jenis itu ialah Bufo asper, B. melanostictus, Leptobrachium hasseltii, Fejervarya limnocharis, Huia masonii, Limnonectes kuhlii, L. macrodon, L. microdiscus, Rana chalconota, R. erythraea dan R. hosii. Hasil ini belum mencakup jenis-jenis katak pohon, dan jenis-jenis katak pegunungan lainnya yang masih mungkin dijumpai. Di Cidahu juga tercatat adanya jenis bangkong bertanduk (Megophrys montana) dan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii).
Berbagai jenis reptil, terutama kadal dan ular, terdapat di gunung ini. Beberapa contohnya adalah bunglon Bronchocela jubata dan B. cristatella, kadal kebun Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus salvator. Jenis-jenis ular di Gunung Salak belum banyak diketahui, namun beberapa di antaranya tercatat mulai dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang kecil pemalu, ular siput (Pareas carinatus) hingga ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang beberapa meter.
Gunung Salak telah dikenal lama sebelumnya sebagai daerah yang kaya burung, sebagaimana dicatat oleh Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948) mendapatkan tidak kurang dari 232 jenis burung di gunung ini (total Jawa: 494 jenis, 368 jenis penetap). Beberapa jenis yang cukup penting dari gunung ini ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan beberapa jenis elang lain, ayam-hutan merah (Gallus gallus), Cuculus micropterus, Phaenicophaeus javanicus dan P. curvirostris, Sasia abnormis, Dicrurus remifer, Cissa thalassina, Crypsirina temia, burung kuda Garrulax rufifrons, Hypothymis azurea, Aethopyga eximiaA. mystacalis, serta Lophozosterops javanica. dan
Sebagaimana halnya reptil dan kodok, catatan mengenai mamalia Gunung Salak pun tidak terlalu banyak. Akan tetapi di gunung ini jelas ditemukan beberapa jenis penting seperti macan tutul (Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata) dan tenggiling (Manis javanica).

Rute Pendakian

Untuk mencapai puncak Salak 1 dapat kita lakukan dari Cimelati dan Cidahu, ataupun dari Pasir reungit dengan terlebih dahulu melewati daerah Kawah Ratu. Sedangkan untuk Salak 2 dapat dicapai dari Sukamantri dan Curug Nangka.
SALAK 1 Akses dari Cimelati
Cimelati terletak lebih kurang 40Km dari bogor atau tepatnya berada di kawasan kecamatan Cicurug, terletak di jalan raya Bogor Sukabumi. Dari Cimelati dilanjutkan dengan naik ojek atau omprengan ke Gn. Buntu, desa Giri jaya.
SALAK 1 Akses dari Cidahu
Akses dari Cidahu ini yang paling sering dipakai oleh pendaki, untuk mencapainya dari Bogor atau Jakarta turun di pasar Cicurug atau di pertigaan Javanaspa. Dari sana bisa menumpang angkot hingga ke Cidahu atau hingga lokasi Wana Wisata Cakuang (Rp.5000 per orang menurut data terakhir tahun 2004) atau bisa juga kita mencarternya hingga ke batas awal pendakian. Jalur pendakian yang dibahas di sini adalah jalur dari Cidahu ini.
Pos lapor Wanawisata CakuangSetelah turun di pertigaan Cidahu, dilanjutkan dengan menumpang angkot menuju terminal Cidahu kemudian ganti kendaraan dengan Ojek motor sampai di pos pendaftaran Wana Wisata Cakuang, jika mau anda juga bisa mencarter angkot untuk mengantarkan anda sampai ke Pos wana wisata cakuang. Jika membawa kendaraan sendiri di Pos ini juga tersedia tempat parkir yang cukup luas. Setelah membayar tanda masuk perjalanan dilanjutkan melewati jalan raya sampai bertemu pintu masuk trekking kawah ratu.

Trek awal pendakianTrek awal berada diseberang jalan berdekatan dengan portal pos penjagaan milik Javanaspa. Kita bisa mencarter angkot dari pasar Cicurug hingga sampai ke tempat ini, Tarif resmi angkot dari Pasar Cicurug hingga Pos Wana Wisata Cakuang adalah Rp.5.000,- per orang. Dan jika hendak mencarter hingga titik awal pendakian ini, biasanya kisaran harganya antara Rp.70.000 - Rp.80.000 per angkot. Dari sini jalur pendakian terus menelusuri pagar wilayah javanaspa hingga sampai didaerah pertigaan Kawah Ratu.

Pertigaan kawah ratuAmbil jalan lurus karena pada jalan yang arah kekiri merupakan pertemuan dari jalur trekking ke Kawah Ratu. Setelah melewati beberapa tanjakan kita akan bertemu daerah basecamp yang merupakan juga titik persimpangan ke Kawah Ratu. Jalur kekiri menyeberangi sungai kecil titik persimpangan ke Kawah Ratu. Jalur kekiri menyeberangi sungai kecil adalah merupakan jalur trek ke Kawah Ratu dan yang lurus menuju ke Puncak Salak 1. Disinilah tempat kita mengisi persediaan air yang cukup. Karena selepas daerah ini kita tidak akan menjumpai sumber air hingga puncak. Tempat ini bisa dijadikan untuk tempat mendirikan tenda akan tetapi jarak ke puncak masih terlalu jauh.
lokasi bagus buat nendaSepanjang jalur pendakian hingga puncak ditemukan beberapa pos atau tanah yang cukup datar, akan tetapi lokasi yang berada di tengah jalan setapak membuat tidak nyaman utuk mendirikan tenda. Kami merekomendasikan sebuah tempat yang cukup lebar dan berada kira-kira 5 meter sebelah kanan dari jalan setapak sewaktu mendaki. atau tepatnya berada pada posisi 06° 43' 34" LS 106° 42' 49" BT. Tempat ini cukup luar dan datar serta bisa menampung tiga hingga empat tenda. Sepintas tempat ini tidak begitu jelas karena tertutup oleh pohon-pohon pendek.

gigiran jurangSelain tanjakan terjal dan menjadi becek dan berlumpur di musim hujan, jalur menuju puncak juga tak lepas dari gigiran jurang dikanan kirinya, beberapa kali kita akan dihadapkan dengan jalur yang sempit yang sisi kanan kirinya jurang. Kehati-hatian sangat dituntut disini. Setelah mendekati punggungan daerah puncak, akan terdapat sebuah tanjakan dengan kemiringan 80° dengan ketinggian sekititar 6 meter. Jika musim hujan cukup sulit untuk mendaki dan menuruninya. Untuk jalur pendakian dari Desa Pasir Reungit melewati Kawah Ratu bisa dilihat detailnya pada halaman Kawah Ratu.

Dipuncak salakPuncak Salak 1 tidak terlalu istimewa, selain terdapat areal yang cukup lebar untuk mendirikan tenda, juga terdapat sebuah pondok yang mempunyai bak penampungan air hujan, dan dekat pondok tersebut terapat sebuah makam bermarmer putih yang mana makam tersebut diyakini sebagai makam Embah Gunung Salak. Tidak ada tiang ketinggian disini hanya berupa sebuah billboard dari papan bertuliskan " Puncak Salak 1." Dari puncak jika cuaca cerah kita bisa menyaksikan puncak Salak 2 kota Bogor dan juga kota Sukabumi.

Perijinan

Untuk perijinan pendakian ke puncak Salak 1 dari desa Cidahu ini tidak terlalu berbelit, setiap pendaki hanya diharuskan membayar restribusi pendapatan daerah Rp. 1.000 per orang. Restribusi ini dibayar sewaktu memasuki daerah desa Cidahu. Selanjutnya biaya masuk keareal Gunung Salak Rp. 5.000 per orang dan sudah termasuk biaya asuransi. Hanya saja perlu dijelaskan keperluan kita memasuki area gunung Salak adalah untuk mendaki, jika tidak jangan kaget jika anda akan ditagih biaya tambahan berupa biaya untuk basecamp dan ini dikenakan per malam. Selain itu infomasi formalitas lain yang harus diberikan adalah jumlah anggota dalam satu group pendakian, lengkap dengan alamat dan nomer telpon yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat.

Tempat Menarik

Tempat menarik yang bisa kita jumpai di sepanjang jalur pendakian ke Salak 1 dari desa Cidahu ini adalah diantaranya:
  • Wana Wisata Cakuang, yang mempunyai areal camping ground yang cukup luas serta juga terdapat sebuah air terjun disini.
  • Kawah Ratu yang terletak tidak begitu jauh dari rute utama pendakian ke Salak

PETA

Lembar peta untuk kawasan gunung ini adalah:
Lembar 1209 - 132 Judul: Gunung Sari
Lembar 1209 - 141 Judul: Ciawi
Untuk pendakian ke Salak lewat Cidahu, Pasir Reungit atupun dari Sukamantri dan Curug Nangka, lembar peta yang paling tepat adalah lembar 1209 - 132 Gunung Sari

KAWAH RATU

ImageKawah Ratu ini terdapat dipinggang gunung Salak yang busa dicapai dari wilyah Bogor ataupun Sukabumi. Kawah Ratu ini sangat menarik bisa ditempuh dengan perjalanan hiking pulang pergi satu hari penuh saja. Akan tetapi bagi yang ingin bermalam juga tersedia beberapa basecamp yang cukup luas serta ada sumber airnya. Jika hendak bermalam di wilayah kawah ratu ini disarankan untuk tidak mendirikan tenda didalam daerah kawah, karena sewaktu-waktu gas beracun bisa muncul dari setiap lobang asap yang ada dikawasan ini.
Kawah Ratu ini bisa dicapai dari dua tempat yaitu: CIDAHU dan PASIR RENGIT
PERHATIAN
Jangan sampai mendirikan tenda atau camping danbermalam di dalam lokasi Kawah Ratu, karena kemungkinan keracunan gas beracun bisa terjadi. Sebaiknya mendirikan tend adiluar areal kawah.
RUTE CIDAHU SUKABUMI.Rute ini bisa ditempuh satu hari perjalanan Hiking pulang pergi. Dari Jakarta atau Bogor, Cidahu bisa dicapai dengan menumpang kendaraan umum jurusan Sukabumi dan turun dipertigaan Cidahu (ada papan reklame JAVANASPA). Tahapan rutenya sebagai berikut:
Setelah turun di pertigaan Cidahu, dilanjutkan dengan menumpang angkot menuju terminal Cidahu kemudian ganti kendaraan dengan Ojek motor sampai di pos pendaftaran Wana Wisata Cakuang, jika mau anda juga bisa mencarter angkot untuk mengantarkan anda samapai ke Pos wana wisata cakuang. Jika membawa kendaraan sendiri di Pos ini juga tersedia tempat parkir yang cukup luas. Setelah membayar tanda masuk perjalanan dilanjutkan melewati jalan raya sampai bertemu pintu masuk trekking kawah ratu.
ImageTrek awal ke kawah ratu berada pada sebelah kiri jalan raya yang ditandai oleh sebuah papan penujuk. Pada awal jalan setapaknya disambut oleh sebuah tanjakan yang cukup curam, keadaan jalan setapaknya sendiri cukup terawat dengan susunan batu-batu yang kadang dibentuk seperti anak tangga.


ImageSetelah agak lama berjalan akan sampai pada sebuah pos yang mempunyai daerah untuk mendirikan tenda yang sangat luas. Juga disini terdapat sumber air yang berasal dari aliran kali kecil yang jernih. Dari sini kita akan dihadapkan oleh tanjakan yang sedikit curam. terus berubah menjadi jalan setapak yang datar melewati genangan air yang cukup banyak akibat dari luberan air kali kecil dipinggir jalan setapak.

ImageSetelah melewati pos I dan Pos II kita akan sampai pada jalan setapak yang cukup terbuka sehingga memungkinkan kita untuk dapat melihat puncak gunung Salak I . Jalan setapak ini tadinya merupakan sebuah jalan raya yang menuju sebuah instalasi gas alam, akan tetapi sekarang sudah tidak berfungsi sehingga ditumbuhi oleh semak belukar. Dari daerah jalan setapaknya mendatar kemudian menurun dan membelok kekiri dan sedikit berbelok lagi kekanan.
Kemudian jalan setapaknya kembali mendaki melewati hutan yang banyak pohon niranya. Tdak berapa lama kita akan sampai di tanah datar dan ada sebuah shelternya serta peringatan untuk tidak bermalam dan mendirikan tenda didalam areal kawah, karena adanya kemungkinan gas beracun keluar dari kawah. Dari sini kita bisa memandang lepas kearah kawah, disebelah kanan ada jalan untuk turun kekawah.
Untuk jalan turun ada alternatif lain yaitu kearah desa Pasir Reungit. Dari jalur Cidahu kita harus menyeberangi kawah dan sebuah sungai di dasar kawah ratu kemudian kita akan bertemu lagi dengan dua kawah yaitu Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Kemudian jalan setapak akan masuk kedalam hutan yang tropis yang basah dan tak lama kita akan menyeberangi sebuah sungai kecil yang berair jernih. Jalur ini berakhir di desa Pasir Reungit, disekita Pasir Reungit kita bisa menjumpai satu camping ground dan tiga air terjun yaitu: Curug Cigamea I dan II, Curug Sewu, serta Curug Seribu. Sedangkan di Cidahu juga terdapat sebuah air terjun dan Camping ground Batu Tapak Hellypet.
Rute transportasi dari Jakarta untuk akses dari Desa Pasir Reungit adalah:
Dari Jakarta ambil angkutan jurusan Jasinga atau leuwiliang, turun di Cibatok. Atau bisa juga dari Bogor ambil jurusan ke arah Leuwiliang turunnya sama di Cibatok.
Dari Cibatok naik angkutan pedesaan ke Gunung Picung atau Camping Ground Gunung BUnder dan berakhir di Pasir Reungit.
Download GPS waypoint gunung ini

JALUR CIMELATI

TRANSPORTASI

Dari pertigaan Cimelati bisa menumpang ojek dengan tujuan PT. Murbey. Ongkos biasanya Rp.10.000,- jika siang hari jika malam hari bisa menjdi Rp.15.000,- hingga Rp.20.000,- tergantung kejelian anda untuk awar menawar. Selain itu juga bisa mencarter angkot jika anda dalam rombongan yang cukup banyak. Biasanya ongkos cater angkot berkisar Rp.40.000,- hingga Rp.50.000,-

PERIJINAN

Perijinan pendakian biasanya diurus di Pos Lapor I, pos ini merupakan pos jaga dari petugas keamanan dari PT Murbay, dan juga sekaligus mengemban tugas dari PERHUTANI untuk menjaga kawasan hutan gunung Salak. Prosedur perijinan tidak berbelit-belit hanya mengisi buku tamu dan kemudian membayar restribusi yang jumlahnyapun tidak di tetapkan.

JALUR PENDAKIAN

ImageHutan Damar – Pos II
Setelah melapor di Pos Lapor I dengan mengikuti jalan aspal akan membawa kita sampai di Pos Lapor II dari sini menuju Hutan Damar tidak jauh sekitar lima menit. Di pos lapor II ini kita bisa isi persediaan air minum sebelum memulai pendakian. Dari hutan Damar ini pendakian dimulai, jalan setapaknya menanjak tidak begitu curam keluar dari hutan damar akan bertemu dengan perladangan penduduk. Dan setelah itu baru memasuki hutan. Keadaan jalan setapak sangat jelas, dan tidak begitu menanjak hingga sampai di Pos II. Jarak tempuh normal dari Hutan Damar hingga ke Pos II sekitar 50 menit. Hutan Damar ini berada pada posisi  6º 44” 31.4’ LS dan 106º 45” 24.2’ BT  dengan ketinggian 823m dpl
ImagePos II – Sumber airPos II tidak ada pondok dan hanya sebuah tanah datar berumput yang kecil, plang penunjuk Pos II dipakukan pada sebuah pohon. Dari sini jalan setapak masih tidak begitu curam akan tetapi begitu memasuki kawasan hutan lebih jauh lagi jalan mulai menanjak, saat bertemu pertigaan selalu ambuil jalan yang lurus jangan belok ke kanan atau ke kiri. Kondisi jalan setapakpun sudah terdisi dari tanah lembab yang dipenuhi oleh akar-akar pohon yang melintang. Tidak begitu lama kemudian kita akan sampai di sumber air, sumber air ini berupa pipa yang dibolongi, ini adalah sumber air terakhir  dari sini tidak ada lagi sumber airnya hingga sampai di puncak. Dari Pos II hingga ke Sumber air waktu tempuhnya sekitar 40 menit. Pos II berada pada posisi  6º 44” 01.5’LS  dan 106º 45” 03.4’ BT dengan ketinggian 1133m dpl
Sumber Air – Pos III
Di sumber air ini ada tanah datar yang bisa dipakai untuk mendirikan satu tenda, dari sini jalan setapak da bercabang kiri, kanan dan lurus. Ambil jalan yang mendaki lurus, memang kondisi jalan setapaknya mengecil dan basah. Tidak ada yang terlalu istimewa kondisi jalan setapak yang cukup jelas dipenuhi oleh akar pohon. Jarak dari sumber air ke Pos III memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sumber air berada pada posisi  6º 43” 44.7’LS dan  106º 44” 45.9’BT  dengan ketinggian 1329m dpl
ImagePos III – Pos IVPos III berada pada posisi 6º 43” 30.6’LS dan 106º 44” 35.0’BT dengan ketinggian 1568 m dari permukan laut. Pos III ini merupakan sebuah dataran yang di penuhi oleh akar-akar pohon. Dan jika dilihat sepintas tidak terlihat seperti pos karena terletak ditengah jalur setapak. Tidaka ada plang tulisan yang menunjukan nama Pos III. Jalan setapak menuju pos berikutnya terlihat jelas pada ujung pos III ini, dan perjalanan dari Pos III menuju pos IV memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit.
ImagePos IV – Pos VPos IV berada pada medan yang cukup miring plang tulisan Pos IV nya di pakukan pada sebatang pohon yang cukup besar. Keadaan hutan di lokasi ini cukup rapat sehinga susah sekali mendapatkan data posisi lokasi ini dari GPS. Jalur pendakian masih jelas terlihat emnuju pos berikutnya yaiu pos V. Waktu tempuh menuju Pos V dari Pos IV adalah sekitar 2 jam



ImagePos V – Pos VIPos V  merupakan sebuah pos yang kecil sekali dan berada ditengah jalur setapak. Posisi geografis pos ini ada pada 6º 43” 16.2’LS dan 106º 44” 18.7’BT. dengan ketinggian 1942 m dari permungkaan laut. Tidak ada yang istimewa pada pos ini dan dari pos ini jalan setapak menuju pos VI mengecil namun jelas terlihat. Dari Pos ini menuju Pos VI waktu tempuhnya sekitar 1 jam.
Pos VI – Puncak Salak I
Pos VI berada pada tikungan kekanan dari jalan setapak. Pos ini juga tidak besar dan tidak ada yang istimewa pada pos ini. Posisi geografis pos ini berada pada 6º 43” 12.3’LS dan 106º 44” 13.1’BT. Dengan ketinggian 2016 m dari permukaan laut. Pos VI ini merupakan pos yang terakhir sebelum mencapai puncak. Keadaan jalan setapak kenuju puncak kecil dan jelas dengan akar pohon yang masih banyak terlihat di jalan setapaknya.
Dari Pos ini menuju puncak memakan waktu kurang lebih 2 jam. Jalur dari Cimelati ini akan muncul didekat seberang dari jalur pendakian dari Cidahu. Jalan setapak dari jalur Cimelati ini berakir di dekat pondok yang ada di puncak Salak I
9/15/2010 | 0 comments | Read More

BACA LAINNYA

About us

OKP.GANESPA TANGERANG SELATAN
Jl. Witana Harja Pamulang
Banten - Indonesia
Phone : +628567449083
Email : okpganespa@gmail.com