BTemplates.com

Mau Diapakan Situ kita ??


Umar Maya ibn fajar Ketua Umum OKP. GANESPA memberikan cinderamata kepada Ka. BBWS Ciliwung Cisadane Bpk. Imam Santoso

Pada hari Kamis tepatnya tanggal 19 Mei 2011 kemarin Organisasi Kepemudaan Ganespa sebagai pelaksana kegiatan bekerja sama dengan Pamulang Square mengadakan sebuah kegiatan yaitu acara TALKSHOW INTERAKTIF DAN PEMBAGIAN BIBIT POHON. Acara yang mengusung tema “ Mau Diapakan Situ Kita ? “ ini memperbincangkan permasalahan – permasalahan yang berkaitan dengan masa depan kelestarian Situ – Situ yang ada di daerah Kota Tangerang Selatan. 

Tapi mengapa harus membahas Situ ? karena Kota Tangerang Selatan sendiri memang tidak punya apa – apa selain Situ, Tangsel tidak punya gunung, Tangsel tidak punya hutan, Tangsel tidak punya laut, Tangsel hanya punya Situ yang harus dijaga dan dirawat kelestariannya, dan jangan sampai Situ – Situ yang ada ini hilang satu per satu, ungkap Dodi Harianto Sekjen OKP. Ganespa Tangerang Selatan. 

Acara ini juga menghadirkan para nara sumber yang memang sudah pakarnya yaitu Bpk.Ade Suprizal ( Dinas Pengairan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel ), Ibu.Ir. Lisserni ( Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Tangsel ), Bpk.Imam Santoso ( Ka. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ), dan Ibu.Kunti Bratajaya ( Kabag Pembangunan Kota Tangsel ).

Ditempat yang sama Arizal Maulana ketua DPO OKP. Ganespa Tangerang Selatan sekaligus juga salah seorang nara sumber dalam acara tersebut mengungkapkan selain masalah tambak – tambak milik penduduk setempat yang semakin hari semakin memenuhi areal Situ juga perlu dilakukan penertiban bangunan liar di daerah sempadan Situ yang melanggar ketentuan dan di kembalikan fungsinya ke kawasan lindung, tapi harus dilakukan dengan manusiawi dengan cara melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat penguna lahan sempadan Situ dan yang terpenting adalah pemerintah harus memikirkan lahan pengganti untuk mereka.

ketika dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta Heri dari MPA Alpiniste STIE Ahmad Dahlan menanyakan kalau memang benar sudah ada dasar hukum mengenai Sempadan Situ mengapa pemerintah masih belum tegas dalam mengambil sikap ? Memang dalam masalah lahan Sempadan Situ pemerintah Kota Tangerang Selatan sendiri masih mengalami kerancuan, karena pada banyak kasus ditemukan para pengguna lahan sempadan Situ sendiri mempunyai sertifikat kepemilikan lahan  yang entah darimana atau bagaimana sertifikat itu bisa ada ditangan mereka, dan jajaran pemerintahan Kota Tangerang Selatan masih harus mengkajinya lebih lanjut karena aset – aset Situ yang ada di Pemerintahan Pusat mau pun di daerah Kota Tangerang Selatan sendiri masih berada dalam status quo.

Dan Imam Santoso dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane menambahkan bahwa mereka siap memfasilitasi dan membantu mereka – mereka yang peduli dan mau menjaga kelestarian Situ – Situ khususnya yang ada didaerah Kota Tangerang Selatan. Di sela – sela acara ini juga ada pembagian bibit pohon Pucuk Merah  ( Syzigium oleina ) yang diberikan secara cuma – cuma kepada seratus peserta pertama.

Share on Google Plus

About Yusep Pelano

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

comments, criticisms, and suggestions will help us to continue to develop this blog, please comment with a sentence polite and do not contain racist or your comment will be removed, thanks